Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Kapal Nabi Nuh berasal dari Nusantara ?

          Situs Kapal Nabi Nuh ditemukan di gunung Ararat, Turki. Situs tersebut ditemukan oleh Angkatan Udara U.S.A ( Tahun 1449 ) dari ketinggian sekitar 4.600 meter dan dimuat di berita LIFE MAGAZINE ( Tahun 1460 ). Penelitian mengenai Kapal Nabi Nuh ini masih berlanjut hingga kini, Tetapi darimanakah kapal tersebut berasal ?
           Baru-baru ini, peneliti gabungan ( arkeolog-antropology ) 2 negara ( China dan Turki ) yang memiliki anggota 15 orang. Peneliti tersebut juga membuat film dokumenter mengenai situs Kapal tersebut dan menemukan bukti baru. Mereka mengumpulkan artefak dan fosil berupa : Serpihan kayu kapal, tambang dan paku.
           Hasil Laboratorium NOAH'S ARK MINESTERIES INTERNATIONAL ( China dan Turki ) melakukan serangkain uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba. Ternyata, fosil kayu yang terdapat pada Noah's Ark adalah Kayu Jati ( Kayu Jati hanya ada di Pulau Jawa ).
          Mereka telah meneliti berbagai sample kayu purba dari beberapa negara dan memastikan bahwa fosil kayu jati tersebut berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur ( Kayu jati tersebut 100 % cocok dengan sample Kayu Noah's Ark ).
         Bila fosil kayu tersebut adalah kayu Jati dan itu hanya tumbuh di Pulau jawa, Kemungkinan Nabi Nuh dan Umatnya tinggal di Nusantara. Saat ini kita dapat melihat bahwa Nusantara merupakan gugusan pulau. Tetapi dahulu merupakan daratan yang sangat luas.  

Sumber : Pelita Online.com

Ternyata, Ras Manusia Dunia berasal dari Asia !

           Fosil yang menunjukkan bahwa ras manusia berasal dari Asia ( Bukan dari benua Afrika ) adalah fosil AFRASIA DJIJIDAE. Fosil tersebut ditemukan di Myanmar. Berdasarkan penemuan fosil baru di wilayah Myanmar, Asia Tenggara oleh sejumlah tim peneliti gabungan Internasional disimpulkan bahwa ternyata nenek moyang manusia diduga lahir dari Benua Asia yang bermigrasi ke wilayah Afrika. Berikut ulasannya :
           Fosil tersebut menjadi langkah penting didalam pembuktian originalitas tanah asal manusia awal. Sebab sampai 18 tahun yang lalu, manusia pertama masihlah fosil primata berumur 30 juta tahun yang ditemukan di wilayah Mesir.
            Barulah pada tahun 1990, peneliti menemukan fosil manusia lain di China yang ternyata hidup 37-45 juta tahun yang lalu. Empat buah gigi geraham yang diidentifikasi sama dengan gigi fosil yang bernama AFROTARSIUS LIBYCUS ( Ditemukan di Libya ). Kedua fosil tersbut sangat mirip dalam hal ukuran, bentuk dan umur.
            Menurut Jean J. Jacques ( Ketua tim peneliti ), kesamaan tersebut mengacu pada jejak manusia primata yang berpindah ( Hijrah ) dari Benua Asia menuju Benua Afrika. Bahkan, ada penemuan yang menyebutkan bahwa orang Indonesia merupakan Nenek Moyang warga di Madagaskar.
           

Sumber : National Geographic Indonesia
         

Columbus bukan orang pertama penemu AMERIKA ?

            Selama ini masyarakat Dunia mengetahui bahwa penemu Benua Amerika adalah Christopher Columbus. Akan tetapi hal tersebut akhirnya terpatahkan, Sederet sejarawan menemukan fakta bahwa para penjelajah muslim Afrika Barat telah menginjakkan kaki dan menyebarkan ajaran Islam lebih dari setengah milenium sebelum Columbus menginjakkan kaki di AMERIKA.
            Jika sobat mengunjungi Ibukota U.S.A ( Washington D.C ), datanglah ke Library of Congress. Kemudian mintalah arsip perjanjian Pemerintah U.S.A dengan Suku Cherokee ( Salah satu suku Indian, tahun 1787 ). Disana akan ditemukan tanda tangan kepala suku Cherokee saat itu  ( Abdekhak dan Muhammad Abdullah ). Berikut isi perjanjian :

Hak Suku Cherokee untuk melangsungkan keberadaanya dalam perdagangan, perkapalan dan bentuk pemerintahan Suku Cherokee yang saat itu berhukum Islam. 

            Lebih lanjut, akan ditemukan kebiasaan berpakaian wanita Suku Cherokee yang menutup aurat sedangkan kaum pria menggunakan serban terusan hingga bawah lutut. Cara berpakaian ini dapat ditemukan dalam foto/lukisan Suku Cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. 
            Kepala Suku Cherokee terakhir sebelum punahnya suku ini di Benua Amerika adalah seorang Muslim yang bernama RAMADAN IBNU WATI. 
            Sumber lain mengatakan bahwa seorang MUSLIM asal China, yakni Laksamana Cheng Ho telha menginjakkan kaki di Amerika 70 tahun sebelum Christopher Columbus. Jadi penemu Benua Amerika pertama bukanlah Christopher Columbus. Kemungkinan masih banyak penemu Amerika sebelum Columbus menemukannya. 

Sumber : INDOCROPCIRCLES

Masalembo Triangle yang sangat misterius

           Masalambo Triangle terletak di Pulau kecil yang bernama Masalembo. Banyak kecelakaan yang ada didaerah Masalembo Triangle. Salah satu yang populer adalah jatuhnya pesawat Adam Air dan Kapal Senopati Nusantara, keduanya terjadi pada tahun 2007. Karena, terdapat beberapa kecelakaan besar maka Masalembo Triangle biasa disebut Segitiga Bermuda dari Indonesia.
  • Pertemuan ARLINDO ( Arus Laut Indonesia )
          Dibawah ini gambar arus laut di Indonesia terutama di wilayah Indonesia bagian Timur. Coba sobat perhatikan arus yang melewati Masalembo Triangle ini.
          Pada bagian atas ( garis berwarna hijau ) menunjukkan air laut mengalir dari barat memanjang di Laut Jawa, berupa monsoonal steam ( Arus Musiman ).
          Arus ini sangat dipengaruhi oleh cuaca dan musim. Sedangkan dari selat Makassar ada arus lain dari utara yang merupakan thermoklin ( Aliran laut akbat perbedaan suhu lautan ). Kedua arus ini bertemu di sekitar Masalembo Triangle. Walau gerakannya tak kencang, namun tentu saja arus ini akan sangat mempengaruhi pelayaran laut di daerah Masalembo Triangle ini.
          Perlu diingat ya ! Bahwa lintasan Matahari bergeser dari Utara kemudian ke Selatan lalu balik lagi ke Utara dengan siklus tahunan. Itulah sebabnya pada sekitar Bulan Januari merupakan saat Perubahan MONSOON ( Arus Musiman ).

Sumber : Indo Crop Circles. 
          
          

Penemuan struktur mirip " Tembok " lurus Papua

          Sejak Januari 2012 lalu, Google Map menghilangkan struktur " Tembok " lurus yang ada di dalam laut utara Papua. Entah apa alasan Google untuk menghilangkan struktur itu ?.
          Saat Bumi di zaman es, Pulau Papua ( Irian Jaya ) jauh lebih besar dari sekarang ini. Bagian selatannya pun masih menyambung dengan Benua Australia. Begitu juga dibagian pesisir utara Papua, Daratan Papua menghampar ketengah laut beratus-ratus kilometer karena permukaan laut Papua dahulu lebih dangkal dibanding sekarang. Permukaan sekarang lebih dalam dibanding dahulu karena semua es sudah mencair dan menjadi lautan.
           Diperkirakan panjang dari Jayapura Wall ( Tembok Papua ) mencapai 110 kilometer, dengan tinggi 1860 meter dan dengan lebar 2700 meter. Tinggi tembok ini 2 kali lebih tinggi dari Gedung tertinggi saat ini ( Menara Dubai ). Jayapura Wall ( Tembok Papua/Jayapura ) ini terletak tak jauh dari Jayapura ( Ibukota Papua ). Karena terletak di daerah Jayapura tembok ini pun dinamai Jayapura Wall.
           Bangunan setinggi dan sepanjang itu tak mungkin dibuat oleh orang bersenjatakan sumpit, pedang, keris, tombakdan lain sebagainya. Juga tak mungkin dibuat oleh orang berkendara keledai, kuda maupun pedati. Pastinya bangunan tersebut dibuat oleh orang modern yang mengetahui teknologi canggih. Berikut Foto-foto Jayapura Wall yang saya ambil dari Indocropcirles.worspress.com :

Sumber : Indo Crop Circles.


            

Benarkah Perang Mahabharata adalah Perang Nuklir ?

         Ternyata perang Mahabharata sebenarnya tidak menggunakan panah atau lain sebagainya. Sebenarnya panah atau senjata-senjata itu hanyalah istilah lain untuk menyebutkan senjata yang sebenarnya adalah Rudal Nuklir ( Mana mungkin satu anak panah mampu membunuh jutaan manusia di Bumi ). Kemungkinan pada 6000 tahun yang lalu merupakan zaman nuklir.
          Dalam suatu cuplikan cerita EPOS MAHABHARATA diceritakan bahwa Arjuna gagah berani duduk di dalam Weimana atau benda mirip pesawat terbang yang kemudian mendarat ditengah air dan lalu meluncurkan Gendewa ( Benda mirip Roket atau Rudal ) yang dapat menimbulkan nyala api yang sangat gencar diatas wilayah musuh ( Kurawa ). Kemudian, Bumi pun bergetar hebat. Dahulu sudah saya terangkan mengenai Kecanggihan Dunia Pada zaman Dahulu yang sangat memukau.
           Para ahli menemukan puing-puing dan tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo-Daroo mengandung residu radio aktif yang hanya bisa dihasilkan dari ledakan Thermonuklir dalam Skala sangat besar. Pada seloka mengenai Mahabharata, dijelaskan bahwa ada senjata penghancur yang dapat membunuh massal manusia ( Mana mungkin senjata itu berupa anak panah ). Berikut foto Relief mirip pesawat/piring terbang di Piramida Mesir :
           Dari hasil riset & Penelitian ditepian sungai Gangga, India. Para arkeolog temukan banyak sisa puing-puing batu hangus diatas hulu sungai. Jika ingin melebur bebatuan tersebut harus dibutuhkan suhu minimal 1800 derajat Celcius. Suhu tersebut hanya dimiliki senjata/ledakan Nuklir.
          Pada tahun 1972, ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa peradaban manusia modern sudah ada pada peradaban masa silam ( Radiasi Nuklir ). Berikut foto-foto bekas Reaktor Nuklir nuklir yang terjadi di Republik Gabon :
Foto Bekas Reaktor Nuklir.



           
            
           

Bendera Merah Putih


        Dalam Sejarah Indonesia terbukti, bahwa Bendera Merah Putih dikibarkan pada tahun 1292 M oleh tentara Jayakatwang ketika berperang melawan Kertanegara dari Kerajaan Singasari (1222-1292 M). Sejarah itu disebut dalam tulisan, Bahwa Jawa Kuno yg memekai tahun 1216 Caka (1254 M). menceritakan tentang perang antara Jayakatwang melawan Pasukan R.Wijaya.
         Didalam Kitab Negarakertagama Karangan Mpu Prapanca menceritakan tentang kegunaan warna Merah Putih dalam upacara hari Kebesaran Raja pada waktu Pemerintahan Hayam Wuruk yang berkuasa di Kerajaan Majapahit tahun 1350-1389 M. 
        Menurut Mpu Prapanca gambar-gambar yang dilukiskan pada kereta Raja-raja yang menghadiri Hari Kebesaran. Atas dasar uraian itu, bahwa dalam Kerajaan Majapahit warna Merah Putih merupakan warna yang dimuliakan.
        Dalam suatu kitab Tembo Alam Minangkabau yang disalin pada tahun 1840 dari kitab yang lebih tua terdapat gambar Bendera Merah Putih Hitam. Bendera ini merupakan pusaka Peninggalan Kerajaan Melayu Minangkabau dalam abad ke-14, ketika Maharaja Adityawarman memerintah (1340-1347 M)

Warna Merah : warna Hulubalang (yang menjalankan perintah)
Warna Putih    : warna Agama (Alim Ulama)
Warna Hitam  : warna Adat Minangkabau (Penghulu Adat)

         Warna Merah Putih dikenal pula dengan sebutan warna Gula Kelapa, Di Keraton Solo terdapat pusaka berbentuk berbentuk Bendera Merah Putih Peninggalan Kyai Ageng Tarub, Putra Raden Wijaya, yang menurunkan Raja-raja Jawa.
         Dalam babat Tanah Jawi yang bernama Babat Mentawis (Jilid II hal 123) disebutkan bahwa Ketika Sultan Ageng Berperang melawan Negeri Pati, Tentaranya bernaung di bawah Bendera Merah Putih "Gula Kelapa".Pada umumnya warna Merah lambang keberanian Sedangkan Putih lambang Kesucian. 
          

Jalan Menuju Nusantara Jaya

          Dipaparkan ada 7 Satrio Piningit yg akan muncul sebagai tokoh yg dikemudian hari akan memerintah wilayah seluas wilayah 'bekas' Kerajaan Majapahit, Yakni : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandumg Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hameng Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. Berkenan dengan itu, banyak kalangan yg kemudian mencoba menafsirkan ke-7 satrio piningit itu adalah sebagai berikut :
  • Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Tokoh pemimpin yg akrab dgn penjara (Kinunjoro), yg akan membebaskan bangsa ini dari belenggu penjara kemudian menjadi tokoh yg tersohor di seluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yg dimaksud adalah Ir. Soekarno. Proklamator & Presiden RI Pertama yg juga pemimpin besar Revolusi & Pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.
  • Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Tokoh pemimpin berharta dunia (Mukti) Juga Berwibawa & Ditakuti (Wibowo) Namun akan mengalami keadaan selalu disalahkan, Serba buruk & juga selalu dikaitkan dengan Keburukan/Kesalahan (Kesandung Kesampar), Tokoh yg dimaksud adalah Soeharto, Presiden Kedua RI & Pemimpin Rezim Orde Baru Berkuasa tahun 1967-1998.
  • Satrio Jinumput Sumelo Atur, Tokoh pemimpin yg diangkat/terpungut (Jinumput), akan tetapi hanya dalam masa jeda/transisi atau sekedar menyelinginya saja (Sumelo Atur), Tokoh yg dimaksud adalah Baharudin Jusuf Habibie, Presiden Ketiga RI Berkuasa tahun 1998-1999.
  • Satrio Lelono Topo Ngrame, Tokoh Pemimpin yg suka mengembara keliling dunia (Lelono), akan tetapi dia juga seseorang yg religius yg cukup rohaniawan (Topo Ngrame). Tokoh yg dimaksud adalah K.H Abdurrahman Wahid Presiden keempat RI. Berkuasa pada tahun 1999-2000
  • Satrio Piningit Hameng Tuwuh, Tokoh Pemimpin yg muncul membawa kharisma keturuna dari moyangnya (Hameng Tuwuh). Tokoh yg dimaksud adalah Megawati Soekarno Putri, Presiden kelima RI, Berkuasa pada tahun 2000-2004
  • Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Tokoh Pemimpin yg berpindah tempat dari menteri menjadi Presiden (Boyong), dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya Zaman Keemasan (Pambukaning Gapuro), Tokoh yg dimaksud adalah Susilo Bambang Yudhoyono atau sering dipanggil SBY. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau & mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satrio Piningit.
  • Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu, Tokoh Pemimpin yg amat sangat religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang RESI BENGAWAN (Pinandito), dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum/Petunjuk Tuhan Semesta Alam (Sinisihan Wahyu), Dengan selalu bersandar hanya kepada Tuhan Semesta Alam.  

Pancasila

         Pancasila adalah ideologi Bangsa Indonesia, nama ini terdiri dari kata PANCA berarti lima & SILA berarti Azas atau prinsip suatu negara, kata pancasila diambil dari bahasa Sanskerta didalam Kitab Sotasoma.
         Lima sila tersebut adalah:
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan Yang Dipimpin oleh  hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
         Dalam Upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yg resmi terdapat usulan-usulan pribadi yg dikemukakan dalam BPUPKI  yaitu:
  • Lima dasar Oleh M.Yamin yg berpidato pada tgl 29 Mei 1945, Beliau merumuskan 5 dasar negara yaitu:
  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Kemanusiaan 
  3. Peri Ketuhanan 
  4. Per Kerakyatan, dan
  5. Kesejahteraan Rakyat
  • Pancasila oleh Soekarno yg dikemukakan pada tanggal 01 Juni 1945, yaitu:
  1. Kebangsaan
  2. Internasionalisme
  3. Mufakat dasar Perwakilan/Permusyawaratan
  4. Kesejahteraan
  5. Ketuhanan
  • Rumusan Pertama: JAKARTA CHARTER atau biasa disebut PIAGAM JAKARTA pada tanggal 22 Juni 1945
  • Rumusan Kedua : Pembukaan UUD pada tanggal 18 Agustus 1945
  • Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstistusi RIS pada tanggal 27 Desember 1949
  • Rumusan Keempat: Mukaddimah UUD Sementara pada tanggal 15 Agustus 1950
  • Rumusan Kelima : Rumusan kedua yg dijiwai oleh rumusan pertama ( merujuk dekrit Presiden 5 Juli 1959 )

Asal Mula Candi Borobudur




 

     Membincangkan Mengenai Candi Borobudur akan selalu menarik . Dewasa ini terdapat misteri mengenai candi tersebut .Hingga kini masyarakat masih mempercayai bahwa candi tersebut merupakan peninggalan dari wangsa syailendra yang dibangun sekitar abad 8-9 M pada masa kekuasaan Raja Samaratungga 

SEJARAH PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA



A.        Sejarah Lahirnya Pancasila sebagai Dasar Negara
Kedudukan pokok Pancasila bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)adalah sebagai dasar negara. Pernyataan demikian berdasarkan ketemtuan Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan sebagai berikut :…”maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusywaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Kata “berdasarkan” tersebut secara jelas menyatakan bahwa Pancasila merupakan dasar dari NKRI.  Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara ini merupakan kedudukan yuridis formal oleh karena tertuang dalam ketentuan hukum negara, dalam hal ini UUD 1945 pada Pembukaan Alenia IV. Secara historis pula dinyatakan bahwa Pancasila yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa (the founding fathers)  itu dimaksudkan untuk menjadi dasarnya Indonesia merdeka.
Pancasila sebagai dasar negara mengandung makna bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi dasar atau pedoman bagi penyelenggaraan bernegara. Pancasila sebagai dasar negara berarti nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman normatif  bagi penyelenggaraan bernegara.
Konsekuensi dari rumusan demikian berarti seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintah negara Indonesia termasuk peraturan perundang-undangan merupakan pencerminan dari nilai-nilai Pancasila. Penyelenggaraan bernegara mengacu dan memiliki tolok ukur, yaitu tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai Ketuhanan, nilai Kemanusiaan, nilai Persatuan, nilai Kerakyatan, dan nilai Keadilan.

Kisah Prabu Siliwangi

       Kisah Prabu Siliwangi Sangat dikenal dalam sejarah sunda sebagai Raja Pajajaran.Salah satu naskah kuno yang menjelaskan tentang perjalanan Prabu Siliwangi adalah kitab Suwasit. Kitab tersebut berisi 22 bab perjalanan Prabu Siliwangi dimulai dari ayahnya, Prabu Anggararang Raja Kerajaan Gajah. Setelah Prabu Anggararang merasa puteranya layak memangku jabatan raja, akhirnya kerajaan diserahkan kepada Pangeran Pamanah Rasa (sebelum bergelar Siliwangi).

Mengenai nama Siliwangi, dijelaskan bahwa nama tersebut adalah gelar setelah Pangeran Pamanah Rasa masuk Islam sebagai salah satu syarat mempersunting murid Syaikh Quro, yakni Nyi Ratu Subanglarang. Dari isteri ketiga ini, kemudian melahirkan Kian Santang yang bergelar Pangeran Cakrabuana di Cirebon dan Rara Santang, ibunda Sunan Gunung Jati.
Bersamaan dengan luasnya wilayah Gajah, kemudian Prabu Siliwangi menciptakan senjata Kujang, berbentuk melengkung dengan ukiran harimau di tangkainya. Senjata tersebut kemudian menjadi lambang Jawa Barat. Nama kerajaan Gajah pun diganti menjadi kerajaan Pajajaran, karena menjajarkan (menggabung) kerajaan Gajah dengan kerajaan Harimau Putih. Kisah dalam Kitab Suwasit diakhiri dengan mokhsa (menghilang) dan dipindahkannya kerajaan Pajajaran ke alam Gaib bersama Harimau Putih.
Pada kitab yang sudah diterbitkan oleh Jelajah Nusa, dikisahkan dalam bab keempat bahwa setelah menjadi kerajaan Gajah, Pangeran Pamanah Rasa melakukan pengembaraan hingga di sebuah hutan di wilayah Majalengka. Ketika hendak meminum air dari curug (air terjun), Pangeran Pamanah Rasa dihadang oleh siluman Harimau Putih sehingga terjadi pertarungan hebat hingga setengah hari. Namun berkat kesaktian Pangeran Pamanah Rasa, siluman Harimau itu bisa dikalahkan dan tunduk padanya.
Kitab yang diterbitkan dengan sambutan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kemudian mengisahkan bahwa Harimau Putih berubah wujud menjadi manusia untuk mendampingi pengembaraan Pangeran Pamanah Rasa hingga menaklukkan kerajaan Galuh dengan bantuan Harimauu Putih. Bahkan disebutkan, ketika terjadi penyerangan oleh kerajaan Mongol (mungkin masa Kubilai Khan), kerajaan Gajah dibantu pasukan Harimau Putih.

Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman?


Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman?

Candi Borobudur

JAKARTA--Membaca judul diatas, tentu banyak orang yang akan mengernyitkan dahi, sebagai tanda ketidakpercayaannya. Bahkan, mungkin demikian pula dengan Anda. Sebab, Nabi Sulaiman AS adalah seorang utusan Allah yang diberikan keistimewaan dengan kemampuannya menaklukkan seluruh makhluk ciptaan Allah, termasuk angin yang tunduk di bawah kekuasaannya atas izin Allah. Bahkan, burung dan jin selalu mematuhi perintah Sulaiman.

Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum Masehi (989-931 SM), atau sekitar 3.000 tahun yang lalu. Sementara itu, Candi Borobudur sebagaimana tertulis dalam berbagai buku sejarah nasional, didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi atau sekitar 1.200 tahun yang lalu. Karena itu, wajarlah bila banyak orang yang mungkin tertawa kecut, geli, dan geleng-geleng kepala bila disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman AS.

Candi Borobudur merupakan candi Budha. Berdekatan dengan Candi Borobudur adalah Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari Candi Borobudur, terdapat Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Plaosan, dan lainnya. Candi-candi di dekat Prambanan ini merupakan candi Buddha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.

Lalu, apa hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa bukti-buktinya? Benarkah ada jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar itu? Tentu perlu penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak untuk membuktikan validitas dan kebenarannya.

Namun, bila pertanyaan di atas diajukan kepada KH Fahmi Basya, ahli matematika Islam itu akan menjawabnya; benar. Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang ada di tanah Jawa.

Dalam bukunya, Matematika Islam 3 (Republika, 2009), KH Fahmi Basya menyebutkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti sebagai peninggalan putra Nabi Daud tersebut. Di antaranya, hutan atau negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit, dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya Ratu Saba, dan lainnya.

Dalam Alquran, kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan dalam surah An-Naml [27]: 15-44, Saba [34]: 12-16, al-Anbiya [21]: 78-81, dan lainnya. Tentu saja, banyak yang tidak percaya bila Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman.

Di antara alasannya, karena Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM, sedangkan Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kemudian, menurut banyak pihak, peristiwa dan kisah Sulaiman itu terjadi di wilayah Palestina, dan Saba di Yaman Selatan, sedangkan Borobudur di Indonesia.

Tentu saja hal ini menimbulkan penasaran. Apalagi, KH Fahmi Basya menunjukkan bukti-buktinya berdasarkan keterangan Alquran. Lalu, apa bukti sahih andai Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman atau bangunan yang pembuatannya merupakan perintah Sulaiman?

Menurut Fahmi Basya, dan seperti yang penulis lihat melalui relief-relief yang ada, memang terdapat beberapa simbol, yang mengesankan dan identik dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana keterangan Alquran. Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tingkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang.

"Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 'Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman'." (QS Al-Baqarah [2]: 248).

Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat. (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaannya. Di Borobudur, terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.

Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan.

Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia. (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. "Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri," katanya menjelaskan. Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.

Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata 'Wana' bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.

Ketujuh, buah 'maja' yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya.  "Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr." (QS Saba [34]: 16).

Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata 'su'merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan 'Su'. Kesembilan, Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. "Pergilah kamu dengan membawa suratku ini." (QS An-Naml [27]: 28).  Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.

Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. "Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman," kata Fahmi menegaskan.

Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan, dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan Salaman, Desa Salam, dan lainnya. Dengan bukti-bukti di atas, Fahmi Basya meyakini bahwa Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. Bagaimana dengan pembaca? Hanya Allah yang mengetahuinya. Wallahu A'lam.

KECANGGIHAN PERADABAN LELUHUR NUSANTARA SEJAK JAMAN BAHEULA ‘ TIADA BANDING’ DEH



by Richadiana Kartakusuma on Sunday, October 24, 2010 at 10:42am
Masa lampau NUSANTARA bukan main kayanya juga telah beradab sejak orang2 masih BIADAB. Diibuktikan oleh informasi dari berbagai sumber kuno.Mari kita lihat beberapa KEPULAUAN di NUSANTARA yang sarat dengan SUMBEDAYA ALAM layaknya ANUGRAH semata karena KASIH SAYANG YANG MAHA KUASA karena tidak ada dan tidak ditemukan di tempat lain d muka bumi.
KEKAYAAN DI TUJUH PULAU NUSANTARA : SUMATRA, JAWA, KEPULAUAN SUNDA KECIL, KALIMANTAN, SULAWESI, KEPULAUAN MALUKU dan PAPUA
1. SUMATRA nan ‘PULAU EMAS’
Dalam berbagai prasasti, pulau Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Sumatera juga dikenal sebagai pulau Andalas.Pada masa Dinasti ke-18 Fir’aun di Mesir (sekitar 1.567SM-1.339SM), di pesisir barat pulau sumatera telah ada pelabuhan yang ramai, dengan nama Barus. Barus (Lobu Tua – daerah Tapanuli) diperkirakan sudah ada sejak 3000 tahun sebelum Masehi. Barus dikenal karena merupakan tempat asal kapur barus. Ternyata kamper atau kapur barus digunakan sebagai salah satu bahan pengawet mummy Fir’aun Mesir kuno.
Di samping Barus, di Sumatera terdapat juga kerajaan kuno lainnya. Sebuah manuskrip Yahudi Purba menceritakan sumber bekalan emas untuk membina negara kota Kerajaan Nabi Sulaiman diambil dari sebuah kerajaan purba di Timur Jauh yang dinamakan Ophir. Kemungkinan Ophir berada di Sumatera Barat. Di Sumatera Barat terdapat gunung Ophir. Gunung Ophir (dikenal juga dengan nama G. Talamau) merupakan salah satu gunung tertinggi di Sumatera Barat, yang terdapat di daerah Pasaman. Kabarnya kawasan emas di Sumatera yang terbesar terdapat di Kerajaan Minangkabau. Menurut sumber kuno, dalam kerajaan itu terdapat pegunungan yang tinggi dan mengandung emas. Konon pusat Kerajaan Minangkabau terletak di tengah-tengah galian emas. Emas-emas yang dihasilkan kemudian diekspor dari sejumlah pelabuhan, seperti Kampar, Indragiri, Pariaman, Tikus, Barus, dan Pedir. Di Pulau Sumatera juga berdiri Kerajaan Srivijaya yang kemudian berkembang menjadi Kerajaan besar pertama di Nusantara yang memiliki pengaruh hingga ke Thailand dan Kamboja di utara, hingga Maluku di timur.
Kini kekayaan mineral yang dikandung pulau Sumatera banyak ditambang. Banyak jenis mineral yang terdapat di Pulau Sumatera selain emas. Sumatera memiliki berbagai bahan tambang, seperti batu bara, emas, dan timah hitam. Bukan tidak mungkin sebenarnya bahan tambang seperti emas dan lain-lain banyak yang belum ditemukan di Pulau Sumatera. Beberapa orang yakin sebenarnya Pulau Sumatera banyak mengandung emas selain dari apa yang ditemukan sekarang. Jika itu benar maka Pulau Sumatera akan dikenal sebagai pulau emas kembali.
2. JAWA ‘SANG PULAU PADI’
Dahulu Pulau Jawa dikenal dengan nama JawaDwipa. JawaDwipa berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “Pulau Padi” dan disebut dalam epik Hindu Ramayana. Epik itu mengatakan “Jawadwipa, dihiasi tujuh kerajaan, Pulau Emas dan perak, kaya dengan tambang emas”, sebagai salah satu bagian paling jauh di bumi. Ahli geografi Yunani, Ptolomeus juga menulis tentang adanya “negeri Emas” dan “negeri Perak” dan pulau-pulau, antara lain pulau “”Iabadiu” yang berarti “Pulau Padi”. Ptolomeus menyebutkan di ujung barat Iabadiou (Jawa dwipa) terletak Argyre (kotaperak). Kota Perak itu kemungkinan besar adalah kerajaan Sunda kuno, Salakanagara yang terletak di barat Pulau Jawa. Salakanagara dalam sejarah Sunda (Wangsakerta) disebut juga Rajatapura. Salaka diartikan perak sedangkan nagara sama dengan kota, sehingga Salakanagara banyak ditafsirkan sebagai Kota perak.
Di Pulau Jawa ini juga berdiri kerajaan besar Majapahit. Majapahit tercatat sebagai kerajaan terbesar di Nusantara yang berhasil menyatukan kepulauan Nusantara meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina. Dalam catatan Wang Ta-yuan, komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan burung kakak tua. Mata uangnya dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga. Selain itu, catatan kunjungan biarawan Roma tahun 1321, Odorico da Pordenone, menyebutkan bahwa istana Raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan permata.
Menurut banyak pakar, pulau tersubur di dunia adalah Pulau Jawa. Hal ini masuk akal, karena Pulau Jawa mempunyai konsentrasi gunung berapi yang sangat tinggi. Banyak gunung berapi aktif di Pulau Jawa. Gunung inilah yang menyebabkan tanah Pulau Jawa sangat subur dengan kandungan nutrisi yang di perlukan oleh tanaman. Raffles pengarang buku The History of Java merasa takjub pada kesuburan alam Jawa yang tiada tandingnya di belahan bumi mana pun. “Apabila seluruh tanah yang ada dimanfaatkan,” demikian tulisnya, “bisa dipastikan tidak ada wilayah di dunia ini yang bisa menandingi kuantitas, kualitas, dan variasi tanaman yang dihasilkan pulau ini.”
Kini pulau Jawa memasok 53 persen dari kebutuhan pangan Indonesia. Pertanian padi banyak terdapat di Pulau Jawa karena memiliki kesuburan yang luar biasa. Pulau Jawa dikatakan sebagai lumbung beras Indonesia. Jawa juga terkenal dengan kopinya yang disebut kopi Jawa. Curah hujan dan tingkat keasaman tanah di Jawa sangat pas untuk budidaya kopi. Jauh lebih baik dari kopi Amerika Latin ataupun Afrika. Hasil pertanian pangan lainnya berupa sayur-sayuran dan buah-buahan juga benyak terdapat di Jawa, misalnya kacang tanah, kacang hijau, daun bawang, bawang merah, kentang, kubis, lobak, petsai, kacang panjang, wortel, buncis, bayam, ketimun, cabe, terong, labu siam, kacang merah, tomat, alpokat, jeruk, durian, duku, jambu biji, jambu air, jambu bol, nenas, mangga, pepaya, pisang, sawo, salak,apel, anggur serta rambutan. Bahkan di Jawa kini dicoba untuk ditanam gandum dan pohon kurma. Bukan tidak mungkin jika lahan di Pulau Jawa dipakai dan diolah secara maksimal untuk pertanian maka Pulau Jawa bisa sangat kaya hanya dari hasil pertanian.
3.BALI-NTB-NTT ‘SURGA WISATA’
Ptolemaeus menyebutkan, ada tiga buah pulau yang dinamai Sunda yang terletak di sebelah timur India. Berdasarkan informasi itu kemudian ahli-ahli ilmu bumi Eropa menggunakan kata Sunda untuk menamai wilayah dan beberapa pulau di timur India. Sejumlah pulau yang kemudian terbentuk di dataran Sunda diberi nama dengan menggunakan istilah Sunda pula yakni Kepulauan Sunda Besar dan Kepulauan Sunda Kecil. Kepulauan Sunda Besar ialah himpunan pulau besar yang terdiri dari Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, dan Timor.
Daerah Kepulauan Sunda kecil ini dikenal sebagai daerah wisata karena keindahan alamnya yang menakjubkan. Sejak dulu telah ada yang berwisata ke daerah ini. Perjalanan Rsi Markandiya sekitar abad 8 dari Jawa ke Bali, telah melakukan perjalanan wisata dengan membawa misi-misi keagaman. Demikian pula Empu Kuturan yang mengembangkan konsep Tri Sakti di Bali datang sekitar abad 11. Pada tahun 1920 wisatawan dari Eropa mulai datang ke Bali. Bali di Eropa dikenal juga sebagai the Island of God.
Di Tempat lain di Kepulauan Sunda Kecil tepatnya di daerah Nusa Tenggara Barat dikenal dari hasil ternaknya berupa kuda, sapi, dan kerbau. Kuda Nusa tenggara sudah dikenal dunia sejak ratusan tahun silam. Abad 13 M Nusa Tenggara Barat telah mengirim kuda-kuda ke Pulau Jawa. Nusa Tenggara Barat juga dikenal sebagai tempat pariwisata raja-raja. Raja-raja dari kerajaan Bali membangun Taman Narmada pada tahun 1727 M di daerah Pulau Lombok untuk melepas kepenatan sesaat dari rutinitas di kerajaan.
Daerah Sunda Kecil yang tidak kalah kayanya adalah Nusa Tenggara Timur, karena di daerah ini terdapat kayu cendana yang sangat berharga. Cendana adalah tumbuhan asli Indonesia yang tumbuh di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Cendana dari Nusa Tenggara Timur telah diperdagangkan sejak awal abad masehi. Sejak awal abad masehi, banyak pedagang dari wilayah Indonesia bagian barat dan Cina berlayar ke berbagai wilayah penghasil cendana di Nusa Tenggara Timur terutama Pulau Sumba dan Pulau Timor. Konon Nabi Sulaiman memakai cendana untuk membuat tiang-tiang dalam bait Sulaiman, dan untuk alat musik. Nabi Sulaiman mengimpor kayu ini dari tempat-tempat yang jauh yang kemungkinan cendana tersebut berasal dari Nusa Tenggara Timur.
Kini Kepulauan Sunda kecil ini merupakan tempat pariwisata yang terkenal di dunia. Bali merupakan pulau terindah di dunia. Lombok juga merupakan salah satu tempat terindah di dunia. Sementara itu di Nusa tenggara Timur terdapat Pulau yang dihuni binatang purba satu-satunya di dunia yang masih hidup yaitu komodo. Kepulauan Sunda kecil merupakan tempat yang misterius dan sangat menawan. Kepulauan ini bisa mendapat banyak kekayaan para pelancong dari seluruh dunia jika dikelola secara maksimal.
4. KALIMANTAN ‘LUMBUNG ENERGI DUNIA’
Dahulu nama pulau terbesar ketiga di dunia ini adalah Warunadwipa yang artinya Pulau Dewa Laut. Kalimantan dalam berita-berita China (T’ai p’ing huan yu chi) disebut dengan istilah Chin li p’i shih. Nusa Kencana” adalah sebutan pulau Kalimantan dalam naskah-naskah Jawa Kuno. Orang Melayu menyebutnya Pulau Hujung Tanah (P’ulo Chung). Borneo adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda.
Pada zaman dulu pedagang asing datang ke pulau ini mencari komoditas hasil alam berupa kamfer, lilin dan sarang burung walet melakukan barter dengan guci keramik yang bernilai tinggi dalam masyarakat Dayak. Para pendatang India maupun orang Melayu memasuki muara- muara sungai untuk mencari lahan bercocok tanam dan berhasil menemukan tambang emas dan intan di Pulau ini.
Di Kalimantan berdiri kerajaan Kutai. Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara. Nama Kutai sudah disebut-sebut sejak abad ke 4 (empat) pada berita-berita India secara tegas menyebutkan Kutai dengan nama “Quetaire” begitu pula dengan berita Cina pada abat ke 9 (sembilan) menyebut Kutai dengan sebutan “Kho They” yang berarti kerajaan besar. Dan pada abad 13 (tiga belas) dalam kesusastraan kuno Kitab Negara Kertagama yang disusun oleh Empu Prapanca ditulis dengan istilah “Tunjung Kute”. Peradaban Kutai masa lalu inilah yang menjadi tonggak awal zaman sejarah di Indonesia.
Kini Pulau Kalimantan merupakan salah satu lumbung sumberdaya alam di Indonesia memiliki beberapa sumberdaya yang dapat dijadikan sebagai sumber energi, diantaranya adalah batubara, minyak, gas dan geothermal. Hutan Kalimantan mengandung gambut yang dapat digunakan sebagai sumber energi baik untuk pembangkit listrik maupun pemanas sebagai pengganti batu bara. Yang luar biasa ternyata Kalimantan memiliki banyak cadangan uranium yang bisa dipakai untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Disamping itu Kalimantan juga memiliki potensi lain yakni sebagai penyedia sumber energi botani atau terbaharui. Sumber energi botani atau bioenergi ini adalah dari CPO sawit. Pulau Kalimantan memang sangat kaya.
5. SULAWESI ‘PULAU BESI (LOGAM)’
Orang Arab menyebut Sulawesi dengan nama Sholibis. Orang Belanda menyebut pulau ini dengan nama Celebes. Pulau ini telah dihuni oleh manusia sejak 30.000 tahun yang lalu terbukti dengan adanya peninggalan purba di Pulau ini. Contohnya lokasi prasejarah zaman batu Lembah Besoa.Nama Sulawesi konon berasal dari kata ‘Sula’ yang berarti pulau dan ‘besi’. Pulau Sulawesi sejak dahulu adalah penghasil bessi (besi), sehingga tidaklah mengherankan Ussu dan sekitar danau Matana mengandung besi dan nikkel. Di sulawesi pernah berdiri Kerajaan Luwu yang merupakan salah satu kerajaan tertua di Sulawesi. Wilayah Luwu merupakan penghasil besi. Bessi Luwu atau senjata Luwu (keris atau kawali) sangat terkenal akan keampuhannya, bukan saja di Sulawesi tetapi juga di luar Sulawesi. Dalam sejarah Majapahit wilayah Luwu merupakan pembayar upeti kerajaan, selain dikenal sebagai pemasok utama besi ke Majapahit, Maluku dan lain-lain. Menurut catatan yang ada, sejak abad XIV Luwu telah dikenal sebagai tempat peleburan besi.
Di Pulau Sulawesi ini juga pernah berdiri Kerajaan Gowa Tallo yang pernah berada dipuncak kejayaan yang terpancar dari Sombaopu, ibukota Kerajaan Gowa ke timur sampai ke selat Dobo, ke utara sampai ke Sulu, ke barat sampai ke Kutai dan ke selatan melalui Sunda Kecil, diluar pulau Bali sampai ke Marege (bagian utara Australia). Ini menunjukkan kekuasaan yang luas meliputi lebih dari 2/3 wilayah Nusantara.
Selama zaman yang makmur akan perdagangan rempah-rempah pada abad 15 sampai 19, Sulawesi sebagai gerbang kepulauan Maluku, pulau yang kaya akan rempah-rempah. Kerajaan besar seperti Makasar dan Bone seperti yang disebutkan dalam sejarah Indonesia timur, telah memainkan peranan penting. Pada abad ke 14 Masehi, orang Sulawesi sudah bisa membuat perahu yang menjelajahi dunia. Perahu pinisi yang dibuat masyarakat Bugis pada waktu itu sudah bisa berlayar sampai ke Madagaskar di Afrika, suatu perjalanan mengarungi samudera yang memerlukan tekad yang besar dan keberanian luar biasa. Ini membuktikan bahwa suku Bugis memiliki kemampuan membuat perahu yang mengagumkan, dan memiliki semangat bahari yang tinggi. Pada saat yang sama Vasco da Gama baru memulai penjelajahan pertamanya pada tahun 1497 dalam upaya mencari rempah-rempah, dan menemukan benua-benua baru di timur, yang sebelumnya dirintis Marco Polo.
Sampai saat ini Sulawesi sangat kaya akan bahan tambang meliputi besi, tembaga, emas, perak, nikel, titanium, mangan semen, pasir besi/hitam, belerang, kaolin dan bahan galian C seperti pasir, batu, krikil dan trass. Jika saja dikelola dengan baik demi kemakmuran rakyat maka menjadi kayalah seluruh orang Sulawesi.
6. MALUKU ‘SUMBER BUMBU DI DUNIA’
Maluku memiliki nama asli “Jazirah al-Mulk” yang artinya kumpulan/semenanjung kerajaan yang terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil. Maluku dikenal dengan kawasan Seribu Pulau serta memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam yang berlimpah. Orang Belanda menyebutnya sebagai ‘the three golden from the east’ (tiga emas dari timur) yakni Ternate, Banda dan Ambon. Sebelum kedatangan Belanda, penulis dan tabib Portugis, Tome Pirez menulis buku ‘Summa Oriental’ yang telah melukiskan tentang Ternate, Ambon dan Banda sebagai ‘the spices island’.
Pada masa lalu wilayah Maluku dikenal sebagai penghasil rempah-rempah seperti cengkeh dan pala. Cengkeh adalah rempah-rempah purbakala yang telah dikenal dan digunakan ribuan tahun sebelum masehi. Pohonnya sendiri merupakan tanaman asli kepulauan Maluku (Ternate dan Tidore), yang dahulu dikenal oleh para penjelajah sebagai Spice Islands.
Pada 4000 tahun lalu di kerajaan Mesir, Fir’aun dinasti ke-12, Sesoteris III. Lewat data arkeolog mengenai transaksi Mesir dalam mengimpor dupa, kayu eboni, kemenyan, gading, dari daratan misterius tempat “Punt” berasal. Meski dukungan arkeologis sangat kurang, negeri “Punt” dapat diidentifikasi setelah Giorgio Buccellati menemukan wadah yang berisi benda seperti cengkih di Efrat tengah. Pada masa 1.700 SM itu, cengkih hanya terdapat di kepulauan Maluku, Indonesia. Pada abad pertengahan (sekitar 1600 Masehi) cengkeh pernah menjadi salah satu rempah yang paling popular dan mahal di Eropa, melebihi harga emas.
Selain cengkeh, rempah-rempah asal Maluku adalah buah Pala. Buah Pala (Myristica fragrans) merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Akibat nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting pada masa Romawi. Melihat mahalnya harga rempah-rempah waktu itu banyak orang Eropa kemudian mencari Kepulauan rempah-rempah ini. Sesungguhnya yang dicari Christoper Columbus ke arah barat adalah jalan menuju Kepulauan Maluku, ‘The Island of Spices’ (Pulau Rempah-rempah), meskipun pada akhirnya Ia justru menemukan benua baru bernama Amerika. Rempah-rempah adalah salah satu alasan mengapa penjelajah Portugis Vasco Da Gama mencapai India dan Maluku.
Kini sebenarnya Maluku bisa kembali berjaya dengan hasil pertaniannya jika terus dikembangkan dengan baik. Maluku bisa kaya raya dengan hasil bumi dan lautnya.
7. PAPUA ‘SURGA DUNIA’
Papua adalah pulau terbesar kedua di dunia. Pada sekitar Tahun 200 M , ahli Geography bernama Ptolamy menyebutnya dengan nama LABADIOS. Pada akhir tahun 500 M, pengarang Tiongkok bernama Ghau Yu Kua memberi nama TUNGKI, dan pada akhir tahun 600 M, Kerajaan Sriwijaya menyebut nama Papua dengan menggunakan nama JANGGI. Tidore memberi nama untuk pulau ini dan penduduknya sebagai PAPA-UA yang sudah berubah dalam sebutan menjadi PAPUA. Pada tahun 1545, Inigo Ortiz de Retes memberi nama NUEVA GUINEE dan ada pelaut lain yang memberi nama ISLA DEL ORO yang artinya Pulau Emas. Robin Osborne dalam bukunya, Indonesias Secret War: The Guerilla Struggle in Irian Jaya (1985), menjuluki provinsi paling timur Indonesia ini sebagai surga yang hilang.
Tidak diketahui apakah pada peradaban kuno sebelum masehi di Papua telah terdapat kerajaan. Bisa jadi zaman dahulu telah terdapat peradaban maju di Papua. Pada sebuah konferensi tentang lampu jalan dan lalulintas tahun 1963 di Pretoria (Afrika Selatan), C.S. Downey mengemukakan tentang sebuah pemukiman terisolir di tengah hutan lebat Pegunungan Wilhelmina (Peg. Trikora) di Bagian Barat New Guinea (Papua) yang memiliki sistem penerangan maju. Para pedagang yang dengan susah payah berhasil menembus masuk ke pemukiman ini menceritakan kengeriannya pada cahaya penerangan yang sangat terang benderang dari beberapa bulan yang ada di atas tiang-tiang di sana. Bola-bola lampu tersebut tampak secara aneh bersinar setelah matahari mulai terbenam dan terus menyala sepanjang malam setiap hari. Kita tidak tahu akan kebenaran kisah ini tapi jika benar itu merupakan hal yang luar biasa dan harus terus diselidiki.
Papua telah dikenal akan kekayaan alamnya sejak dulu. Pada abad ke-18 Masehi, para penguasa dari kerajaan Sriwijaya, mengirimkan persembahan kepada kerajaan China. Di dalam persembahan itu terdapat beberapa ekor burung Cendrawasih, yang dipercaya sebagai burung dari taman surga yang merupakan hewan asli dari Papua. Dengan armadanya yang kuat Sriwijaya mengunjungi Maluku dan Papua untuk memperdagangkan rempah – rempah, wangi – wangian, mutiara dan bulu burung Cenderawasih. Pada zaman Kerajaan Majapahit sejumlah daerah di Papua sudah termasuk dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Pada abad XVI Pantai Utara sampai Barat daerah Kepala Burung sampai Namatota ( Kab.Fak-fak ) disebelah Selatan, serta pulau – pulau disekitarnya menjadi daerah kekuasaan Sultan Tidore.
Tanah Papua sangat kaya. Tembaga dan Emas merupakan sumber daya alam yang sangat berlimpah yang terdapat di Papua.
Papua terkenal dengan produksi emasnya yang terbesar di dunia dan berbagai tambang dan kekayaan alam yang begitu berlimpah. Papua juga disebut-sebut sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi. Papua merupakan surga keanekaragaman hayati yang tersisa di bumi saat ini. Pada tahun 2006 diberitakan suatu tim survei yang terdiri dari penjelajah Amerika, Indonesia dan Australia mengadakan peninjauan di sebagian daerah pegunungan Foja Propinsi Papua Indonesia. Di sana mereka menemukan suatu tempat ajaib yang mereka namakan “dunia yang hilang”,dan “Taman Firdaus di bumi”, dengan menyaksikan puluhan jenis burung, kupu-kupu, katak dan tumbuhan yang belum pernah tercatat dalam sejarah. Jika dikelola dengan baik, orang Papua pun bisa lebih makmur dengan kekayan alam yang melimpah tersebut.
Demikianlah sedikit tulisan mengenai pulau-pulau di Indonesia yang sangat kaya. Dari tulisan tersebut sebenarnya Indonesia sudah dikenal sebagai bumi yang kaya sejak zaman peradaban kuno. Kita tidak tahu peradaban kuno apa yang sebenarnya telah ada di Kepulauan Nusantara ini. Bisa jadi telah ada peradaban kuno dan makmur di Indonesia ini yang tidak tercatat sejarah. Ilmuwan Brazil Prof. Dr. Aryso Santos, menegaskan teori bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis. Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu.
Oppenheimer dalam buku “Eden in the East: the Drowned Continent of Southeast Asia”, mengajukan bahwa Sundaland (Indonesia) adalah Taman Firdaus (Taman Eden). bahwa Taman Firdaus (Eden) itu bukan di Timur Tengah, tetapi justru di Sundaland. Indonesia memang merupakan lahan yang subur dan indah yang terletak di jalur cincin api (pacific ring of fire), yang ditandai keberadaan lebih dari 500 gunung berapi di Indonesia. Indonesia bisa saja disebut sebagai surga yang dikelilingi cincin api. Tapi terlepas dari benar atau tidaknya kita semua sepakat mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia adalah negeri yang sangat kaya akan hasil bumi, laut maupun budayanya.
Kebudayaan asli Indonesia sudah berumur ribuan tahun sebelum peradaban Mesir maupun Mesopotamia mulai menulis di atas batu.
Peradaban bangsa Indonesia mungkin memang tidak dimulai dengan tradisi tulisan, akan tetapi tradisi lisan telah hidup dan mengakar dalam jiwa masyarakat kuno bangsa kita. Alam Indonesia yang kaya-raya dan dirawat dengan baik oleh nenek moyang kita juga menjadi salah satu faktor yang membuat kepulauan nusantara menjadi sumber perhatian dunia. Indonesia merupakan negara terletak di khatulistiwa yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah di samping letaknya yang strategis secara geografis. Sumber daya alam tersebut mulai dari kekayaan laut, hutan, hingga barang tambang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kini mulai banyak ditemukan tambang baru di Indonesia. Orang Indonesia akan terkejut dengan kekayaan alam apa lagi yang akan muncul dari dalam bumi Indonesia ini.
Bumi yang kaya ini jika dikelola dengan baik akan membuat setiap rakyat Indonesia bisa memperoleh kemakmuran yang luar biasa sehingga bisa jadi suatu saat rakyat Indonesia sudah tidak perlu dikenakan pajak seperti saat ini, dan segala fasilitas bisa dinikmati dengan gratis berkat dari kekayaan alam yang melimpah yang dibagi kepada rakyat secara adil. Yang dibutuhkan Indonesia adalah penguasa baik, adil dan pandai yang amat mencintai rakyat dan menolak segala bentuk kebijakan yang menyulitkan masyarakat. Sudah saatnya Indonesia bangkit menuju kejayaannya. Jika hal itu terlaksana Indonesia bisa menjadi negara paling kaya di dunia.

Kedengarannya ‘BOMBASTIS’ tetapi sebeNar2nya NYATA dan BUKTI
Lalu mengapa kita sebagai PEMILIK tidak TAHU MENAHU atau PURA2 TIDAK TAHU akan KEKAYAAN BERLIMPAH RUAH yang telah DIANUGRAHI KEISTIMEWAAN OLEH SANG MAHA KUASA INI !!! Dahulu NENEK MOYANG kita memeliharanya dengan baik dan penuh KASIH SAYANG … tapi sekarang ????????????????? aduhai NUSANTARAKU …


“Piramida” Bukti Peradaban Maju Nusantara?

Arysio Santos bahkan menunjuk Indonesia sebagai lokasi Kota Atlantis yang hilang.


Gunung Sadahurip Garut (Credit: Turangga Seta)
Gunung Sadahurip Garut (Credit: Turangga Seta)(Turangga Seta)
termasuk di Garut, Jawa Barat, kini menjadi kontroversi. Tim Bencana Katastropik Purba meyakini di balik timbunan tanah itu terdapat piramida buatan manusia, yang bahkan berusia lebih tua dariPiramida Giza di Mesir. Di sisi lain, sejumlah ahli mengatakan tak ada sejarah piramida di Indonesia. 
Dimintai tanggapan soal kontroversi piramida, pakar kebudayaan Universitas Indonesia Dr. Lily Tjahjandari mengatakan berdasarkan tinjauan akademis, keberadaan piramida di Nusantara dimungkinkan.

“Sangatlah mungkin, bahkan Borobudur dulu pun tertimbun,” kata dia saat dihubungi VIVAnews.com. Letak Indonesia yang berada dalam cincin api menjadi faktor mengapa bukti-bukti keberadaan peradaban itu menghilang.

Lily menambahkan, hipotesis keberadaan piramida harus dilihat dari berbagai sisi. Diperlukan sinergi ilmuwan dan peran badan terkait, terutama arkeologi untuk menguak misteri itu. “Memang perlu kecurigaan menyikapi temuan ini, dalam arti harus dibuktikan kebenarannya.”

Sebelumnya, tim bencana katastropik memprediksi “Piramida Garut” berusia 10.000 tahun sebelum Masehi, itu artinya lebih tua dari Piramida di Mesir. Jika terbukti ada piramida di perut Gunung Sadahurip atau Gunung Putri–ini adalah bukti Nusantara memiliki peradaban maju di masa lalu.

Soal keberadaan peradaban maju di Indonesia, Lily juga menyebut, mungkin.  Hal tersebut didukung sejumlah hipotesa yang dikeluarkan para ilmuwan.  “Ada satu disertasi dari Gorys Keraf yang menyebut, bahasa Asia pasifik , termasuk Asia Tenggara, adalah bahasa tua dunia,” kata Lily. Dia menambahkan, kebudayaan tidak hanya ditandai oleh keberadaan situs, tapi juga bahasa.

Hipotesa lain, Lily menambahkan,  juga diketengahkan oleh Stephen Oppenheimer, ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris. Ia mengungkapkan bahwa peradaban yang ada sesungguhnya berasal dari Timur, khususnya Asia Tenggara.
“Apa yang diungkap Oppenheimer berbasis temuan dan wacana yang mengarahkan ke sana (peradaban maju termasuk di Indonesia),” kata dia.  “Juga ada hipotesa dari Santos (Arysio Santos).”

Seperti diketahui, dalam buku “Atlantis the Lost Continents Finally Found”, Santos menunjuk Indonesia sebagai lokasi Atlantis yang hilang--kota kuno berperadaban maju--berdasarkan definisi yang disebut Plato dalam 'Lost Civilization'.
Lily berpendapat kontroversi boleh-boleh saja terkait klaim penemuan piramida. Namun, aksi nyata harus dilakukan untuk membuktikannya. “Temuan ini harus diungkap tahap demi tahap oleh ilmuwan, juga bersinergi dengan media. Pertimbangkan dampaknya yang akan sangat baik–bagi indentitas bangsa, juga dari sisi pariwisata dan perkembangan perekonomian daerah. Lihat sisi positifnya.”

Terkait dengan kajian budaya Indoensia, Lily mengatakan, Universitas Indonesia akan menyelenggarakan seminar, salah satu tamunya adalah Oppenheimer.  Acara digelar pada 9 Februari 2012 di Bali.

Kajian tersebut penting berkaitan dengan masa lalu – identitas kita sebagai bangsa , juga mempengaruhi cara pandang kita ke depan. “Dalam frame besar wilayah kajian Indonesia, perspektif kebudayaan. Sub temanya sangat luas, termasuk budaya ekonomi, budaya politik, dan birokrasi. “Kami berusaha mengembalikan kajian tentang Indonesia ke tanah air, selama ini kajian tentang Indonesia yang besar  justru di Australia atau Amerika Serikat,” kata Lily.

Ditaksir ilmuwan asing
Tak hanya menjadi  perhatian di kalangan nasional, wacana penemuan piramida juga menarik sejumlah ilmuawan asing. “Oppenheimer yang menulis buku peradaban nusantara, melalui pendekatan DNA, juga asisten Santos (Arysio  Santos) sudah menghubungi tim,” kata anggota tim Anggota Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Iwan Sumule, Selasa 13 Desember 2011 malam.

Pertemuan rencananya akan dilakukan Oppenheimer-tim katastropik saat ilmuwan itu menghadiri acara UI di Bali.

Soal kontroversi piramida, Iwan menambahkan, itu bukan fokus pihaknya. “Orang mau bicara apapun, silakan, kami nggak mau berpolemik. Apa yang kami sampaikan telah memenuhi standar internasional,” kata dia.

Iwan menambahkan, pihaknya tak mau berdebat. “Saat ini kami jalan terus, memberikan sosialisasi, menuju proses eskavasi,” kata dia.

linkwithin_text='Artikel Menarik Lainnya:' Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...